Magelang, Aktualbisnis.com
Komandan Akademi TNI, Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, memimpin langsung upacara Laporan Korps (Laporan Kor) kenaikan tingkat dan pangkat Taruna Akademi TNI yang digelar secara khusus di Markas Komando (Mako) Akademi TNI.
Upacara ini dihadiri oleh Wakil Komandan Jenderal Akademi TNI, para direktur, Paban Akademi TNI, serta sejumlah pejabat dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), dan Akademi Angkatan Udara (AAU).
Kenaikan pangkat dan tingkat ini diberikan lebih awal kepada para Taruna yang tergabung dalam tim marching band integratif yang akan mewakili Indonesia sebagai Duta Bangsa dalam perayaan Bastille Day 2025 di Paris, Prancis.

Dalam arahannya, Letjen Sidharta menekankan bahwa para Taruna adalah pemuda harapan bangsa yang kelak akan menjadi perwira TNI yang tangguh dan siap membela bangsa di medan tugas.
“Negara ini membutuhkan perwira-perwira hebat, yang punya dedikasi dan jati diri. Jadilah perwira pejuang, bukan perwira berjiwa pecundang,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan lima kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang perwira TNI, yakni Jago bela diri, Menembak, Navigasi, Taktik dan Teknologi.
“Jangan macam-macam, lima itu saja sudah cukup untuk menjadi harapan bangsa,” ujarnya lugas.
Dalam kesempatan itu, Letjen Sidharta juga menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden Republik Indonesia yang ditindaklanjuti Panglima TNI, kini seluruh kegiatan operasional pendidikan Taruna di Akademi Angkatan dikoordinasikan langsung di bawah komando Mako Akademi TNI.
“Walau masing-masing Akademi tetap dibina oleh para Kepala Staf Angkatan, namun operasional pendidikannya kini berada dalam satu komando untuk memperkuat integrasi dan sinergi antar angkatan,” ujarnya.
Letjen Sidharta juga mengingatkan bahwa dengan pangkat baru sebagai Sersan Mayor Taruna, para Taruna harus menunjukkan kedewasaan serta menjadi panutan bagi junior-junior mereka.
Upacara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh para pejabat kepada seluruh Taruna yang naik pangkat, disertai yel-yel semangat:
“Siapa kita? Taruna Akademi TNI! Siapa kita? Perwira pejuang! Siapa kita? Indonesia!” (Frans)
