18 Negara Ikut Berpartisipasi di Festival Film Pendek IMAC 2026

Jakarta, Aktualbisnis.com

Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI UI FIB) kembali menggelar Komunitas Suka Sinema berkolaborasi dengan Ikatan Alumni IMAC Film Festival 2026 (IMAC 2026). Festival ini akan berlangsung pada 16-18 April 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), dengan puncak acara Awarding Day pada 19 April 2026.

Didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, IMAC 2026 telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Festival film pendek ini mencatat capaian baru dengan menjaring 212 film pendek dari kategori Menariknya, tahun ini IMAC untuk pertama kalinya bertransformasi menjadi festival film pendek pelajar dan umum selama periode open submission pada 13 Januari hingga 1 Februari 2026 internasional, dengan partisipasi karya dari 18 negara yakni India, Brasil, Nigeria, Malaysia, Pakistan, Tunisia, Bulgaria, Mesir, Italia, Argentina, Tiongkok, Kazakhstan, Filipina, Rumania, Thailand, Singapura, Uruguay, dan Vietnam.

Dari ratusan karya yang masuk, 40 film terpilih sebagai IMAC Official Selection yang terbagi dalam empat kategori, yakni National Student Category, Best National Film, Documentary, dan Best IMAC Film Category, dengan 10 film terbaik untuk masing-masing kategori.

Ketua Pelaksana IMAC 2026, Sri Bandoro, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan IMAC.

“IMAC 2026 menjadi sebuah milestone istimewa. Tahun ini, kami tidak hanya melihat antusiasme sineas lokal, tetapi juga menerima karya dari 18 negara. Ini merupakan langkah besar bagi IMAC untuk berkembang sebagai festival film pendek bertaraf internasional. Kami juga melibatkan juri internasional untuk memastikan proses kurasi berjalan lebih komprehensif,” ujar Bandoro.

la juga menambahkan bahwa IMAC 2026 memperluas skala penyelenggaraan melalui kolaborasi dengan ILUNI UI FIB serta pelaksanaan kegiatan di dua lokasi utama.

“Kolaborasi dengan ILUNI UI FIB menjadi kekuatan penting dalam penyelenggaraan IMAC tahun ini. Tidak hanya memperluas jejaring, tetapi juga memperkaya perspektif dalam melihat film sebagai medium budaya dan ekspresi kreatif. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas dukungan ILUNI UI FIB, seluruh sponsor, mitra, dan berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan IMAC 2026,” tambahnya.

Selama empat hari pelaksanaan festival, seluruh film terpilih akan diputar dalam rangkaian program kurasi yang dilengkapi dengan diskusi, showcase, serta kolaborasi dengan berbagai komunitas dan mitra perfilman.

“IMAC bukan sekadar kompetisi, tetapi sebuah platform untuk mempertemukan perspektif baru, mendorong pertumbuhan kreatif, serta menghubungkan sineas muda dengan audiens yang lebih luas. Kami ingin terus menjadi ruang yang relevan dalam menemukan dan mengangkat suara-suara baru di dunia perfilman,” jelas Bandoro.

Sementara itu, Ketua ILUNI UI FIB, Visna Vulovik, menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan IMAC 2026 sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan budaya.

“Kami mendukung penuh IMAC 2026 karena sejalan dengan semangat ILUNI UI FIB yang pada periode ini mengusung tema ‘merayakan budaya. Kami berharap festival ini mampu mengembangkan potensi para alumni dan sineas muda, serta mewariskan nilai untuk masa depan. Film, khususnya film pendek, merupakan medium yang sangat efektif untuk menyampaikan nilai dan identitas budaya kepada generasi muda,” ujar Visna.

la juga menambahkan bahwa industri film saat ini menunjukkan perkembangan pesat di Indonesia.

“Kita melihat bagaimana film lokal mampu menjangkau jutaan penonton. Ini menunjukkan bahwa industri kreatif, khususnya perfilman, memiliki potensi besar. Kami percaya alumni Ul juga memiliki peluang besar untuk berkontribusi dan meninggalkan jejak di industri ini,” tambahnya.

IMAC 2026 mengusung tema “Resilience”, yang mencerminkan kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan terus bertumbuh di tengah berbagai tantangan, baik secara individu, sosial, maupun global. Tema ini tercermin dalam karya-karya film pendek yang dipresentasikan, baik dalam bentuk fiksi maupun dokumenter.

Rangkaian IMAC 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari roadshow, IMAC Film Camp. IMAC Film Competition, hingga puncaknya IMAC Film Festival dan Awarding Day. Selama festival, pengunjung dapat menonton 10 program film yang menayangkan film-film terbaik hasil kurasi, di antaranya Echoes of Identity, Silent Struggles, Between the Lines, Ties That Bind, Lost and Found, Behind The Curtain, Edge of Reality, Survival and Resistance, Beyond the Horizon, dan Fractured Worlds.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat mengikuti masterclass bersama Wahana Edukasi, Sony Indonesia, Dimas Bagus, dan Cianicolay, serta talkshow “Dari Buku ke Bioskop yang mengulas adaptasi novel Na Willa ke layar lebar, dan sesi bersama Perixa Batin.

Kegiatan IMAC Film Festival akan berlangsung di beberapa lokasi di kawasan TIM, antara lain Ruang Pemutaran Sjuman Djaja, Ruang Pemutaran Asrul Sani, serta FFTV Art Cinema Sjumandjaja, dan juga di FIB UI, Kampus Ul Depok. Sebagai penutup, Awarding Day IMAC 2026 akan diselenggarakan pada 19 April 2026 di Ruang Pemutaran Asrul Sani, Taman Ismail Marzuki. (Fr)